Zaid Sang Perdana


Testimonial Page
Persona Testimonial

mtb2.jpg

Muslim Tampubolon

Sekitar 3 hari lebaran atau 15 Oktober yang lalu serombongan alumni ITB yang masih segar, mewakili sekumpulan alumni ITB yang resah terhadap aktivitas IA Alumni ITB selama ini, datang bersilaturahmi ke rumah saya. Kepada saya mereka memperkenalkan diri sebagai mewakili TIM ITB PROGRESIF UNTUK IA ITB. Pada kesempatan itu mereka mengutarakan rencana untuk ikut bersaing dalan pemilihan Ketua IA ITB yang akan dilaksanakan November mendatang dan menyampaikan proposal yang akan mereka kerjakan seandainya calon mereka terpilih nanti.

Sejenak saya terdiam, saya pandangi muka mereka satu persatu. Saya tanyakan, apakah ini serius atau sekedar untuk memperkuat daya tawar dalam penyusunan pengurus IA ITB baru nanti.

Setelah mendapat jawaban bahwa mereka serius, diantaranya dengan memperlihatkan upaya mereka mengumpulkan biaya sebesar Rp.130jt ( yang baru saya ketahui merupakan persyaratan pencalonan), saya sampaikan apresiasi dan salut saya atas “keberanian” mereka bersaing dengan tingkatan menteri dan CEO dari perusahaan multinasional & BUMN. Kepada mereka saya saya sampaikan dukungan. Kenapa?

Kepada mereka saya katakan, kalau keberhasilan dari Ketua IA Alumni tidak diukur dari kemampuannya mengumpulkan dana abadi untuk disampaikan ke ITB maupun untuk “memfasilitasi” kepentingan ITB ke Pemerintah maupun Korporat, jabatan struktural dari calon tidak relevan untuk dijadikan acuan penilaian. Lebih jauh saya ungkapkan penilaian saya, seandainya seorang menteri yang terpilih nanti, kalaupun kinerja IA meningkat, secara quantitative tidak akan lebih dari 10 % dari kepengurusan yang lalu2. Begitu pula, saya yakin seandainya ZAID dari Tim ITB Progresif untuk IA ITB terpilih, seburuk buruknya kinerjanya tidak akan lebih dari minus 10% kepengurusan yang lalu2.

Namun begitu walaupun antara tim dan saya mempunyai pandangan yang sama tentang peran dan kegiatan yang prioritas untuk dilakukan IA ITB, kepada Sdr. Hokky S dan teman2 saya meminta waktu untuk mempelajari arah dan sasaran yang hendak dicapai serta strategi untuk mencapainya yang tertuang didalam PROPOSAL KERJA BARENG.

Setelah membaca Why, What dan How dari Tim ITB Progresif untuk IA ITB, saya melihat warna baru IA yang hendak dicapai, yaitu menjadikan IA ITB sebagai penerus KM ITB dengan kadar intelektual yang lebih tinggi.

Karena itulah pernyataan dukungan ini saya buat untuk menggugah alumni ITB yang rindu akan peran IA ITB untuk menjadi patner KM ITB sebagai pressure group, memberikan dukungan suara kepada sdr. Zaid Nst dari Tim ITB Progresif untuk IA ITB dalam pemilihan ketua IA ITB.

Muslim Tampubolon
Alumni ITB Tek Sipil 1975
Mantan Ketua DEMA ITB

siswanda.jpg
Siswanda

Sekarang masanya untuk meneruskan upaya empowerment, sehingga kita harus mendorong kelompok muda potensial yang selama ini sering disepelekan oleh hegemoni dan kemapanan. Di Indonesia kelompok muda potensial biasanya malah diabaikan dan bahkan hanya dijadikan aksesori dan dimanfaatkan oleh kelompok yang sudah berkuasa.

Siswanda EL’79
NIM.7379026

hetifah.jpg
Hetifah

Sebetulnya IA saat ini cocok dipimpin oleh angkatan 80’an sebagai generasi yang masih muda tetapi sudah memiliki cukup pengalaman. Saya sebetulnya tidak mengerti kalau masih banyak “old crack” yang masih mau maju menjabat ketua IA. Karena saat ini yang dibutuhkan IA bukan wisdom dari para ketua dan bukan juga kucuran uang dari kekuasaan, melainkan dinamika, semangat, dan dedikasi, serta kedekatan dengan alumni mayortitas. Jadi, kalau dari angkatan 80’an tidak ada calon yang maju, saya kira sepatutnya tongkat estafet diover ke generasi yang lebih muda, dan bukan dilempar ke generasi tua.

Hetifah PhD, Pakar Kebijakan Publik
Kahim Plano PL’82 Nim. 858002

dela.jpg
De’ La

Semua angkatan seyogyanya diberi akses yang sama untuk bersaing dalam pencalonan. Demikian pula angkatan termuda yang bersaing perlu mendapat apresiasi sepatutnya.

Dr. Ir. Ahmad Perwira Mulia Tarigan (De’la)
IMG ’84, Ketua IMMAM pertama

rajawali.gif
Rajawali

Sesuatu yang tidak mungkin berubah adalah perubahan itu sendiri. Perubahan ke arah yang lebih baik hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki integritas, kolektivitas, dan semangat berlandaskan progresifitas dan ketulusan. Hanya pemimpin progresif yang mampu membawa organisasi untuk dapat menjawab dengan cerdas segala tantangan di era globalisasi. Sudah saatnya yang muda memimpin!

Irendra Rajawali
HMS ’93, Program Pasca Sarjana di Universiteit Utrecht

nomo.jpg
Nomo

Banyak kaum muda berbakat di negeri ini, khususnya di negeri Ganesha 10, tetapi banyak juga kaum muda yang tidak sependapat dengan ini. Paling tidak, saya mendengar derap langkah anak muda dan sedang menyaksikannya, bahwa kumpulan kaum muda ini dengan segudang idealisme yang dipegangnya menginginkan perubahan di dalam tubuh IA ITB, budaya menunggangi Gajah….”kasihan pak cik gajah ditunggangi terus….lelah pasti tuh dia…”, budaya mencantol dengan segala atribut kemapanan mereka…dengan harapan tertarik ke atas, yang ujung-ujungnya untuk kepentingan diri dan kelompoknya…Kepentingan Ganesha 10 menjadi tanda tanya besar apalagi kepentingan Nasional…?
Itulah yang saya tidak lihat ditubuh kandidat yang satu ini, sepertinya gak ada yang bisa dicantol darinya hehe (sorry…)… berbekal idealisme, keberanian, dan nekad tim ini berhasil melewati pintu gerbang pendaftaran menjadi kandidat calon ketua IA ITB…saya rasa akan sangat berbeda dari tim2 lain yang pasti banyak tim suksesnya dan didukung support dana yang sangat-sangat banyak tentunya dan tentu pasti syarat dengan kepentingan….
Saya rasa tim ini memang tim hebat, tangguh, setangguh ketika mereka-mereka masih menjadi mahasiswa….sekaligus “Gila”….tetapi jangan berkecil hati para sahabat, mungkin dengan kegilaan ini (apalagi konsisten), perlahan budaya yang ada selama ini akan berubah …
Selamat berjuang!!

wassalam

Nomo Ruswanto
10794002, Eks Komandan Resimen Mahasiswa ITB

endang.jpg
Endang Kuswandi

Saya mengenal Zaid secara dekat selama beraktivitas di kampus terutama saat kebersamaan di Kongres Keluarga Mahasiswa ITB periode 1998-1999. Zaid merupakan sosok yang berani, tegas dan lantang namun juga luwes dan supel dalam bergaul. Sifat independensinya sebagai seorang aktivis juga menjadi salah satu karakter khasnya. Ketika kancah pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni ITB dimulai dan Zaid bertekad untuk tampil sebagai kandidat termuda dalam sejarah pemilihan ketua IA ITB dengan membawa konsep ITB Muda Progressif, saya secara penuh memberikan dukungan. Saya yakin, tanpa mengurangi rasa hormat kepada alumni-alumni yang lebih senior, Zaid dan dengan konsep ITB Muda Progresif sangat layak untuk mengikuti pemilu IA ITB dengan landasan niat tulus untuk mewujudkan IA ITB sebagai wadah yang secara nyata mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi ITB sebagai almamater, alumni dan juga masyarakat luas. Saya yakin, Zaid dan gerbong ITB Muda Progresif dengan semangat dan energi generasi muda yang kuat akan lebih memberikan warna sehingga pelangi itu akan kembali menunjukkan warna aslinya.

Endang Kuswandi
(PL’96, Ketua Angkatan PL’96, Senator KM ITB 1998-1999, saat ini Presiden Director PT. Bintang Mahakam Energy)

muchlis.jpg
Muchlis Hutomo

Awalnya gak nyangka Zaid bakal maju jadi Calon Ketua IA-ITB, namun setelah ketemu langsung dan membaca program2 dari Tim ITB Progresif, memang sudah saatnya IA ITB dipimpin oleh generasi muda yang membumi, progresif, penuh dengan ide ide pembaharuan sehingga IA ITB dapat dirasakan manfaat dan kehadirannya oleh seluruh civitas akademika dan alumni ITB. Sudah saatnya IA ITB tidak lagi dijadikan sebagai mesin politik untuk mencapai tujuan tertentu, tp sebagai alat buat alumni untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi bangsa. Ingat, kita adalah alumni dari salah satu institusi pendidikan terbaik di negeri ini. Sudah saatnya alumni ITB berkontribusi memberikan yang terbaik bagi bangsa ini.

Zaid for IA-ITB!!!

Muchlis Hutomo
(TK’96, eks-Bendahara Koperasi Keluarga Mahasiswa (Kokesma) ITB)

dila-wis.gif
Dilla

“Spartans never retreat, Spartans never surrender. Go spread the word, let every Greek assembled know the truth of this. Let every among them search his own soul. And while you’re at it, search your own.”

(Leonidas, King of Sparta in ‘300′)

Sejarah sering kali mencatat bahwa kemenangan tidak selalu berpihak pada mereka yang kuat, yang kaya, atau yang berkuasa. Namun kadangkala sejarah juga mencatat bahwa kemenangan acapkali berpihak kepada orang-orang yang berjuang dengan berani, yang berjuang dengan semangat serta tekad yang kuat, dan tentu saja, kepada mereka yang berjuang dengan sepenuh hati atas apa yang diyakininya benar.

Leonidas sudah membuktikan kepada dunia bahwa hanya dengan 300 prajurit terbaik Sparta-nya dia mampu menghadang invasi 100 ribu tentara Persia. Suatu hal yang bagi sebagian orang adalah mustahil. Namun demikianlah, dengan tinta emasnya sejarah menulis dalam lembaran-lembaran diary nya tentang kemenangan Leonidas.

Sekian ribu tahun setelah pertempuran di gerbang Hot Gates itu, hari ini pertempuran itu terulang kembali, walaupun tidak lagi menggunakan tombak, pedang, kuda atau Gajah, karena pertempuran yang ditabuh oleh mereka yang menyebut dirinya “Tim Proggie” ini terjadi di dimensi waktu dan ruang yang berbeda dengan pertempuran Leonidas. Namun ada pesan yang diwariskan oleh Leonidas kepada kami “berjuanglah dengan penuh semangat dan keyakinan, sebagai manusia yang bebas, dan yakinlah bahwa kita akan memetik kemenangan atas apa yang kita perjuangkan..”

Tinggal kini pertanyaannya kembali ke diri kita masing-masing, apakah kita akan bergabung bersama ke-300 prajurit Spartan yang berjuang bersama Leonidas, atau sejarah akan mencatat kita sebagai si penghianat Ephialtes yang rela menjual bangsanya demi janji-janji Xerxes atas harta, kekuasaan dan wanita???

”Semoga kita menemukan kembali jiwa kita…”

 

 

Abdillah Prasetya

Ketua HIMAFI 2000-2001

hokkop.gif
Hokkop

Ada beberapa orang yang naik ke permukaan dengan ide namun hanya menginginkan pengakuan.

Ada juga beberapa orang yang naik ke permukaan namun hanya ingin mendapatkan posisi terhormat.

Ada juga beberapa orang yang naik ke permukaan namun hanya menuangkan keisengan.

Ada yang naik ke permukaam hanya untuk politik, kekuasaan, dan harta sehingga cara apapun ditempuh termasuk mengelabui orang untuk mendukungnya.

Namun saya percaya tim proggie ingin naik ke permukaan hanya karena visi-nya terhadap dunia pendidikan, perbaikan, dan wawasan kebangsaan. Saya percaya dengan tim proggie dengan juru bicara Zaid untuk naik memimpin IA-ITB tanpa menegasikan hal-hal di atas. Sebab kita masih manusia yang butuh pengakuan, ingin dihormati atas tindakan yang benar dan pasti dilaksanakan, iseng untuk mencoba hal yang baru dan progresif, keinginan politis, kekuasaan, dan penghargaan atas apa yang dilakukan. Sehingga ITB tidak perlu merasa dikelabui untuk mendukung tim ini. Sebab suara dukungan ini adalah suara kita, dan IA-ITB adalah milik kita semua. Tim Proggie adalah kita, ±44.000 alumni ITB. Kita semua adalah presiden-presiden IA-ITB…

Cayo…

Hokkop S
HMS ’98, UKSU ‘98
Lab Hidrologi dan Mekanika Fluida ITB
Anak Indonesia School (now)
Bandung

fisika98.gif
Fisika 98

Soekarno pernah berujar “Berikan padaku sepuluh pemuda, aku akan mengguncang dunia!!”.

Perjalanan sejarah negeri ini selalu mencatat peran yang luar biasa dari anak muda. Selain Soekarno yang menjadi presiden sekaligus proklamator kemerdekaan di usia 44 thn, tersebut juga nama Adam Malik, Soetomo, Sjahrir, Natsir dan Hatta. Bukan saja dalam catatan sejarah negeri ini, tetapi juga negeri-negeri lain di belahan manapun di bumi. Seperti para biksu muda yang berusaha melawan junta di Burma, atau para pejuang Intifadah yang masih saja harus memanggul senjata demi mempertahankan tanah air mereka di Palestina.

Pemuda tidak terbatas pada terminologi usia, namun mereka haruslah orang yg bersemangat, cinta sepenuh jiwa pada tanah air, dan seperti yg Soekarno pernah katakan “yang hatinya terus berkobar”. Dan hanya anak muda yang bisa penuhi kriteria itu!!!

Dalam pemilu IA-ITB kali ini ada yang lain, karena ada anak muda yang berani maju (Zaid) dan didukung oleh anak muda-anak muda lainnya. Kami lebih percaya anak muda untuk memimpin karena kriteria tadi. Kami tau tidak ada janji-janji politik dan agenda pembagian roti tapi kami lebih senang yang seperti ini. Daripada menjadi mantan aktivis pergerakan yang sebelumnya galak berteriak soal rakyat tiba-tiba berubah borjuis begitu menjadi pejabat. Istilah Soe Hok Gie ” Para hipokrit pengkhianat revolusi!!”.

NB: Sabtu malam kita kumpul di markas

(Fisika ‘98)

syarif-riyadi.gif
Syarif Riyadi (Iging)

Saya kenal baik beberapa orang dari tim sukses ZAID. Salut … salut akan dedikasi mereka, terutama sewaktu aktif di kemahasiswaan ITB di tahun 1998-2003.

Imej saya selama ini terhadap orang-orang yang aktif IA-ITB: “Memperluas jaringan untuk kemajuan karir pribadi.” Mungkin bukan hanya pandangan saya saja, tapi banyak teman-teman yang lain juga berpendapat begitu. Seandainya ZAID yang terpilih, mudah-mudahan imej itu bisa dihapuskan. Toh IA-ITB tidak harus dipegang oleh orang sekelas Menteri atau CEO perusahaan Multinasional. IA-ITB butuh orang-orang yang dijamin 100% dedikasinya.

“Yang muda masih kuat untuk main bola 2×45 menit. Yang tua???” Hehehe …

Syarif Riyadi (Iging) – Fisika ‘98
PhD candidate, Zernike Institute for Advanced Materials, University of Groningen.

ahmad.gif
Ahmad

..stagnasi terhadap perubahan selalu dimulai dengan ketidakmauan mengambil peran.. ketidakmauan sering sekali melahirkan ketidak mampuan dan ketidak mampuan yang paling menyedihkan adalah ketika itu sudah dimulai dari pikiran..

…Jika perubahan harus dimulai dari diri sendiri maka disini kita harus memulainya dengan perubahan mindframe kita….kita harus mendobrak mind frame kita yang inferior .. pola pikir para alumni muda yang masih ngerasa ga mampu hanya karena kita masih muda.. tim proggie mengajak kita semua untuk menanamkan pada diri kita….kita bisa jika kita percaya..

..Kita adalah anak-anak jaman yang tidak akan menyerah pada keadaan… rajawali-rajawali muda yang masih bebas untuk terbang dan tak ada sangkar besi yang mampu membelenggu kita..

Guadeamus igitur! Juvenes dum Sumus!

Ahmad Mukhlis Firdaus
HMS’99
Ketua OSKM 2001

ratih.jpg
Ratih Wulandari

Ada orang-orang yang mencerahkan dunia, yang membantu orang lain, hanya dengan kehadirannya… Let’s be part of them. I believe we can be part of them. Selamat buat Zaid dan Tim ITB Progresif yang sudah memenangkan penemuan makna =].

Ratih Wulandari
(PL‘99, Ketua Divisi Keputrian Keluarga Mahasiswa Muslim Planologi 2001-2002, Pengurus Divisi Internal Gamais 2001-2002)

emen.gif
Emen

Kemunculan zaid sebagai kandidat ketua IA-ITB yang muda dan progresif memberi harapan besar akan adanya perubahan yang konstruktif terutama di IA-ITB. Kita tahu bahwa perlu dilakukan reposisi IA-ITB dan mendorong perannya untuk alumni, ITB dan Indonesia. Zaid dan tim progresif ITB merepresentasikan gairah anak muda yang cerdas, dinamis dan berjiwa juang yang tinggi. Saya meyakini 100 % persen jika mereka terpilih IA-ITB akan jauh lebih dinamis, aspiratif dan partisipatif. Sejarah telah berbicara bahwa orang-orang yang mudalah yang menjadi motor penggerak dalam melakukan perubahan dimanapun itu. Mereka berjuang dengan dedikasi dan komitmen yang luar biasa. Karena saya kenal baik diantara mereka yang sejak mahasiswa merupakan kelompok-kelompok pendobrak.

 

Suhermansyah Fitri

Ketua HIMAFI 2002-2003

amen.gif
Amen

Tidak ada kata terlalu cepat untuk sebuah perubahan. Satu hal yang gw sesalkan adalah gw terlambat tau tentang tim ini. Sulit bagi gw untuk mencari rationale untuk tidak bergabung dengan mereka.

M. Rizkarmen
HMS 2000


Wira

Selamat pagi ! untuk temen2 mudaku,dan Selamat sore menjelang petang untuk saudara tuaku yang terhormat. Aku ingat pada kata2 saudara tuaku yaitu bung karno yang juga alumni ITB beliau bilang ” jangan pernah melupakan sejarah”. Sejarah yang tercatat di memoriku saat ini adalah pada saat mejelang kemerdekaan NKRI. Bung karno dengan segenap pertimbangan dan kehati-hatiannya justru memperlambat perubahan bangsa ini dengan kata lain ” tidak progresif dan revolusioner.” Pada saat itu padahal kondisi sudah cukup aman untuk membacakan proklamasi indonesia makanya generasi muda saat itu dengan penuh semangat untuk melakukan sehingga menggunakan jalan yang frontal untuk menyuruh bung karno segera memproklamasikan kemerdekaan indonesia.
Mungkin ini merupakan landasan historis yang bisa menginspirasi kita saat ini.Wahai generasi muda ITB, kita sekarang saat ini dihadapkan pada kondisi realisme objektif yang sama dengan jaman menjelang kemerdekaan dulu, hanya berbeda settingnya saja.Kalau saya ditanya apa yang bisa dilakukan ?, hanya satu jawaban untuk itu ” ambil kekuasaan itu,” generasi muda sudah saat untuk memimpin perubahan saat ini..

Wira (TA’01)


Ismail

Sudah cukup banyak kekecewaan terlontar atas kinerja para pedahulu kita dalam memimpin negara ini. Oleh karena itu sudah saatnya yang muda di depan, tanpa mengesampingkan rekan-rekan yang lebih tua, berilah generasi muda kesempatan untuk mewujudkan mimpi dan cita-citanya dalam membangun bangsa ini. Sejujurnya saya tidak begitu kenal Zaid, tapi dari beberapa pembicaraan dengan teman2 yang mengenal Zaid, saya berpendapat bahwa Zaid bisa menjadi simbol akselerasi pergantian kepemimpinan di negara ini.

Ismail Al Anshori (FT’03, Sekjen HMFT 2005-2006)

13806781153612l.jpg
Marga

Awalnya saya ga berniat memilih. Dalam pandangan saya,IA seringkali hanya dijadikan alat bargain dan klaim politik kepentingan orang atau kelompok tertentu. Kita bisa berkaca pada beberapa periode ke belakang. Sejumlah pejabat publik atau direktur perusahaan besar bersaing untuk merebutkan “kursi” ketua IA. Orientasinya jelas, untuk merebut (memperkuat) sebuah posisi politik tertentu. Sementara itu, yang muda terus dipolitisir. Janji-janji manis yang “jauh panggang dari api” terus dikorbankan. IA-ITB menjadi kering semangat dan inspirasi. Aktivitas yang dilakukan jauh di bawah potensi yang dimilikinya. Namun setelah Bang Zaid mencalonkan diri, harapan baru muncul. Saya kagum bagaimana awalnya ia dan tim ITB Progresif mengumpulkan dan melaporkan dana, serta membangun aspirasi dan program secara bottom-up. Semangat dan inspirasi baru inilah yang mendorong saya untuk bergabung. Walaupun kita tidak akan pernah tau ke mana angin bertiup, bukankah lebih baik berlayar daripada tenggelam ditelan gelombang pasang. Jadi, kenapa harus ragu untuk memilih Bang Zaid?

B. Marga Sinaga
FI ‘02

lolitalabtek6lagi.gif
Loli

Tim Progresif ITB untuk bangsa
Tim Progresif ITB untuk pembaharuan
Transparan, Cerdik, dan penuh Semangat

Pemuda yang bisa membantu menjaga idealisme kita
Pemuda yang membawa pembaharuan, aspiratif, dan meningkatkan silaturahmi
Untuk IA ITB yang konstruktif dan bersatu

Pilihlah Tim Progresif!!!

Lolita Moorena
Teknik Industri 2003
Ganesha Prize 2007

sa406184.jpg
Bob

Yang muda yang menoreh sejarah

Bob
SR’03


7 Comments so far
Leave a comment

Awalnya gak nyangka Zaid bakal maju jadi Calon Ketua IA-ITB, namun setelah ketemu langsung dan membaca program2 dari Tim ITB Progresif, memang sudah saatnya IA ITB dipimpin oleh generasi muda yang membumi, progresif, penuh dengan ide ide pembaharuan sehingga IA ITB dapat dirasakan manfaat dan kehadirannya oleh seluruh civitas akademika dan alumni ITB. Sudah saatnya IA ITB tidak lagi dijadikan sebagai mesin politik untuk mencapai tujuan tertentu, tp sebagai alat buat alumni untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi bangsa. Ingat, kita adalah alumni dari salah satu institusi pendidikan terbaik di negeri ini. Sudah saatnya alumni ITB berkontribusi memberikan yang terbaik bagi bangsa ini.
Zaid for IA-TIB!!!

Comment by Muchlis Hutomo (TK-96)

Salut atas pencalonan Bung Zaid. Semoga tidak sekedar ingin membuat sejarah, tapi karena ingin membangun suatu harapan dan kemaslahatan. Entah bagi IA-ITB & ITB atau bangsa Indonesia, bahkan mungkin sekedar harapan pribadi/kelompok..

Nixon
IF’85

Comment by nixon

Saya kenal baik beberapa orang dari tim sukses ZAID. Salut … salut akan dedikasi mereka, terutama sewaktu aktif di kemahasiswaan ITB di tahun 1998-2003.

Imej saya selama ini terhadap orang-orang yang aktif IA-ITB: “Memperluas jaringan untuk kemajuan karir pribadi.” Mungkin bukan hanya pandangan saya saja, tapi banyak teman-teman yang lain juga berpendapat begitu. Seandainya ZAID yang terpilih, mudah-mudahan imej itu bisa dihapuskan. Toh IA-ITB tidak harus dipegang oleh orang sekelas Menteri atau CEO perusahaan Multinasional. IA-ITB butuh orang-orang yang dijamin 100% dedikasinya.

“Yang muda masih kuat untuk main bola 2×45 menit. Yang tua???” Hehehe …

Syarif Riyadi (Iging) – Fisika ‘98
PhD candidate, Zernike Institute for Advanced Materials, University of Groningen.

Comment by Syarif (Iging)

wah sneng bgt ada yg muda2!saya ga kenal personally,tp tau bbrapa timnya dr paper2nya yg keren2!smoga budaya dan smangat ilmiahnya jg nanti bisa dibangun di IA itb,aamiin

Lucky Luqman TI 2002
13402028
(Ketua PPAB MTI 2003)

Comment by Lucky Luqman

Zaid,
surprise dan bangga buat Team ITB Progresif! Maju terus!

Rony
12295003, Anggota Kongres KM ITB 1998-1999,
saat ini di Nippon Oil Expl., Miri, Malaysia

Comment by Rony Mayrizal

Kaum muda intelektual selalu menjadi instrumen penentu pergerakan yang diwarnai dengan tinta emas dalam potret sejarah perubahan bangsa ini dan tertulis dalam buku2 sejarah perjuangan bangsa ini, dari mulai kebangkitan nasional 1908, sumpah pemuda 1928, kemerdekaan Indonesia 1945, (Gerakan 66 ???) Malari 1974 dan Reformasi 1998.

Namun saja pola dan bentuk pergerakan kaum muda terjebak dalam alih2 gerakan struktural atau kultural… Gerakan struktural kadang tidak menyentuh substansi persoalan dan gerakan kultural berjalan selalu lambat.

Namun komitmen ‘progresif’ dari team Zaid untuk IA-ITB yang lebih baik semoga bisa mengformulasikan solusi kondisi gerakan kaum muda diatas sehingga menggerakan Ikatan alumni untuk melakukan kemaslahatan bagi alumninya dan bangsa Indonesia tercinta, bukan untuk pencapaian tujuan kekuasaan semata.

Selamat berjuang kawan…

-depi restiadi-

Comment by depi restiadi

Maju terus..memang skr jamannya yang muda pimpin IA-ITB

Comment by Nyoman




Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>