Tanggal 26 Oktober kami di tim proggie berhasil membuat sebuah videocast sederhana. Videocast ini dibuat di Proggie’s Corner, Sanggar Seni Taman Budaya, Dago Tea House Bandung. Setelah sedikit editing untuk menyesuaikan audio yang sedikit terlambat, karena videocast dibuat hanya bermodal kamera kantong digital, akhirnya videocast ini kita bagi jadi beberapa edisi dan diupload di youtube untuk bisa dishare dengan teman-teman. Berikut ini alamat youtube dan content yang terdapat dalam videocast tersebut.
Videocast ini berisi ajakan dari Zaid Perdana Nasution bagi kawan-kawan alumni ITB lain untuk bergabung, dan cara untuk mendukung gerakan aspirasi muda ITB dan Indonesia ini…
URL: http://www.youtube. com/watch? v=LKj82qU_ SQY
Zaid dan kawan-kawan, adalah anak-anak muda alumni ITB yang cenderung dianggap terlalu muda untuk memimpin IA ITB. Apa pesan yang ingin mereka bawa kepada para senior mereka yang sebenarnya masih dinamis dan berjiwa muda?
URL: http://www.youtube. com/watch? v=zYzh4I6mTIM
Videocast ini memberikan jawaban langsung dari Zaid dan tim tentang tanggapan mereka atas kepengurusan IA ITB yang lama? Apa yang ingin dibawa sebagai calon kepengurusan baru di IA ITB?
URL: http://www.youtube. com/watch? v=5Yn7sa8vzLo
Videocast ini mempresentasikan mengapa Zaid yang hanya seorang alumni TL 96 berani mencalonkan diri menjadi Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung. Apa yang menjadi urgensinya?
URL: http://www.youtube. com/watch? v=pm_j-L6gmAo
Videocast ini menunjukkan apa kelebihan dari Tim ITB Progresif dalam mengusung Zaid untuk menjadi Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung. Apa sebenarnya yang ingin dibawa oleh Tim ITB Progresif ini….
URL: http://www.youtube. com/watch? v=xsyOQ5c0YI4
In Harmonia Progresio
Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal,
Aku bermimpi ingin mengubah dunia,
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,
Kudapati bahwa
Dunia tidak kunjung berubah
Maka cita-cita itu pun agak kupersempit,
Lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku,
Namun tampaknya,
Hasrat itu pun tiada hasilnya
Ketika usiaku semakin senja,
Dengan semangatku yang masih tersisa,
Kuputuskan untuk mengubah keluargaku,
Orang-orang yang paling dekat denganku,
Tetapi celakanya,
Mereka pun tidak mau diubah!
Dan kini,
Sementara aku berbaring saat ajal menjelang,
Tiba-tiba kusadari,
“Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah
Diriku,
Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan,
Mungkin aku bisa mengubah
Keluargaku,
Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka,
Bisa jadi akupun mampu memperbaiki
Negeriku,
Kemudian siapa tahu,
Aku bahkan bisa mengubah
Dunia !”
-terukir disebuah makam di Wesminster,
Aboey, Inggris, 1100 M-
puisi opening OSKM 2004 (by:Hokkop)
Rabu, 25 Agustus 2004
Selamat senja nafasku!!
Jikakah kalian melihat kuasa bertengger dipundakku?!
Jikakah kalian melangkah dialtar masa dan keringat?!
Jikakah kalian sadar ada ikrar yang musti dipertahankan?!
Buka matamu nafasku !!
Lihat dan resapi dingin lantai-lantai gedung
Yang diam jadi saksi
Perjuangan bukan kata-kata
Perjuangan adalah pelaksanaan
Berteriak… berteriaklah nafasku!!
Mana penamu mengukir sejarah ?!
Mana lakumu Menjadi panji bagi tanah ini?!
MERDEKA hanya secarik kertas bagimu bukan?
MERDEKA tak lebih dari komedi tolol…
MERDEKA tak berubah menjadi beras…
Kalian terjajah…
Kalian terjajah dalam ideologi semu kebangsaan…
Kalian terjajah dalam rintik mentari menghunjam
Pernak-pernik gaya hidup…
Kalian terjajah dalam kesendirian
Kalian terjajah dalam kerasotak dan belati ego
Menutup mata yang seharusnya menangis
Aku menuntut kemerdekaan bangsa
Aku menuntut kemerdekaan atas sungai-sungai dan bukit
Aku menuntut kemerdekaan atas bumi yang kupijak
Aku menuntut kemerdekaan hak-hak sebagai manusia
Aku menuntut kemerdekaan mahasiswa !!
Aku hari ini menutup masa sejarah Bung Karno
Aku hari ini menutup masa sejarah Bung Hatta
Aku hari ini menutup masa sejarah Soedirman, Dhien, Pattimura, dan Gatot Kaca !!
Kebesaran mereka adalah milik mereka !!
Aku butuh udara…
Aku butuh nafas-nafas baru…
Yang terhenyak dalam batin dan kenistaan bangsa…
Yang membuka mata pada keruntuhan bumi !
Yang pada tebing suara menghancurkan tembok-tembok tirani
Aku butuh kalian nafasku…!
Tak adakah kalian mengerti…
Merdeka adalah menghirup udara
Merdeka adalah terbang kelangit dan mendarat
Berenang pada samudera…
Merdeka adalah ketidakterbatasan mengatur apa yang menjadi hak-hak bangsa ini…!
Nafasku…
Nafasku…
Nafasku…
Satu dari kalian adalah nyawa bagiku…
Ingat… satu dari kalian adalah nyawa bagiku…
Selamat sore nafasku…
Dan aku hanya ingin teriak merdeka!!
(karya: Hokkop SI 98’, dibawakan oleh: Ahmad dan Hokkop, dibawakan pada pembukaan OSKM ITB 2004 )
Akankah cukup masaku
Dan kembali lagi satu masa telah berlalu
Pada masa surga bumi aku kembali menoreh sejarah
Masa dan petisi merobek-robek kertas tekadku
Merintih aku dan air mata menitik pada alam
Sudah…
Sudah cukup aku tertatih
Sudah cukup masaku menanti
Sudah cukup kau toreh belati siksa pada kesan dibenakku
Sudah cukup teriakku menjadi kelam pada alam
Sudah cukup aku berjanji…
Ijinkan aku berlaku dan bersaksi
Pada rentetan syair-syair lagu ikrarku
Bunda pertiwi…
Aku lelah hari ini…
Merapat pada laksa pelangi mendaki
Geram nafasku kala meremas tanah
Kala merah bumi memanas mencabik-cabik sumpahu…
Aku lelah hari ini…
Beraniku surut kala tak lagi satu pohon menutup lahan dan janiku
Aku adalah panji
Dan ujarku adalah saksi bagi seribu samudera
Aku akan berlaku kala kataku tak cukup untuk menjadi saksi
Aku akan berlari kala hari tak lagi merebut pagiku
Aku adalah panji
Penegak dan pemegang sutra bendera dan genderang kebenaran
Aku adalah panji-panji tanahku
Pengangkat beban pertiwi kala mendaki semeru bahkan neraka
Aku adalah panji-panji tanahku
Bahkan lelah takkan merenggut habis nafasku
Hingga tak satu asa tertatih mengemban derita
Kala itu pula masaku akan berakhir disisi-Mu
Aku adalah panji-panji tanah airku…
(karya: Hokkop ‘98, Dibawakan oleh Ahmad ‘99 pada LKO HMS)
Filed under: Publik
Di tengah pukulan beduk yang bertalu-talu dan kumandang takbir Idul Fitri, para proggie muda terus bekerja dengan gembira mempersiapkan logistik kampanye yang diperlukan. Tentu saja hal ini bukan perkara gampang mengingat hambatan utama adalah keterbatasan dana kampanye yang dimiliki tim proggie. Namun kreativitas rupanya tidak terbatas oleh ada atau tidaknya materi atau uang, kreativitas menjadi layaknya sungai yang meluap ketika semangat menjadi bahan bakarnya. Dengan segala keterbatasan, gardus bekas, spanduk bekas, bambu bekas, kain bekas, baligo bekas dan bahan-bahan bekas lainnya pun disulap menjadi baligo, x-banner, pin, spanduk, umbul-umbul, poster dengan kualitas yang tidak kalah dengan hasil produksi pabrik. Salute proggie !
Bagaimana bisa? Rupannya, dunia kemahasiswaan ITB banyak meninggalkan skill-skill khusus pada para alumni mudanya untuk tetap survive di tengah berbagai keterbatasan. Ketrampilan yang lahir bukan dari situasi kemapanan materi, namun justru muncul dari upaya untuk mengatasi minimnya fasilitas ketika akan berkegiatan. Rasanya pemeo saat di kampus dulu bahwa ”cukup dengan sebatang rokok dan secangkir kopi, ide dan kreativitas bisa lahir” masih sangat relevan. Namun tentu saja hal yang sangat penting adalah semangat kemudaan yang progresif. Semangat yang tumbuh lewat kematangan wacana dalam diskusi-diskusi yang kaya akan dialektika. Yah, majunya tim ITB progresif dalam Pemilu IA ITB dengan mencalonkan Zaid Perdana Nasuiton telah melewati tahapan tersebut. Sebuah proses yang dalam bahasa kami adalah sebuah eksperimen untuk mencari anti hipotesis dari hipotesa kami bahwa kaum mudalah yang mampu membawa perubahan dan perbaikan terhadap IA ITB. Alhamdullilah, sampai saat ini kami belum menemukan argumentasi yang mampu meruntuhkan hipotesis tersebut. Akibatnya, eksperimen pun tidak akan berhenti sampai kami mendapatkan jawabannya.
Tentu saja hambatan yang dihadapi tidaklah sedikit. Mulai dari respon penolakan kawan-kawan alumni yang notabenenya sepantaran (dalam usia tapi bukan dalam semangat) dengan kami melalui kalimat ”baju yang kebesaran” lah, ”belum saatnya” lah ataupun hambatan-hambatan teknis seperti biaya. Namun sekali lagi kami ingin mengatakan bahwa sebagai orang muda (dalam semangat), kami tidak akan mundur dengan tantangan tersebut. Kami hanya berhenti ketika segala argumentasi yang melandasi eksperimen kami dapat diruntuhkan. Toh, kata Soekarno bahwa orang besar hanya bisa lahir dari proses yang “up and down” . Terlebih kami yakin bahwa sangat banyak kawan-kawan yang mempunyai pemikiran sejalan dan sepakat dengan ide yang kami usung. Dari merekalah kami mengharapkan doa dan bantuannya. Bantuan paling minimal adalah memlih Zaid pada saat pemilihan nanti dan paling maksimal adalah bergabung dengan kami dalam tim proggie, Tim ITB muda yang progresif (A1).
10 ALASAN KENAPA ANDA MEMILIH ZAID PERDANA NASUTION UNTUK KETUA IA-ITB 2007-2012:
- MEMILIH ZAID = MERUBAH MITOS BAHWA YANG MUDA BELUM BOLEH BICARA
- MEMILIH ZAID = MERUBAH MITOS BAHWA JABATAN KETUA IA-ITB ADALAH KENDARAAN POLITIK MENUJU JABATAN SEKELAS MENTERI NEGARA ATAU MITOS BAHWA HANYA ORANG SEKELAS MENTERI ATAU DIREKTUR PERUSAHAAN RAKSASA ATAU BOS KONGLOMERASI BISNIS YANG DAPAT MENJADI KETUA IA-ITB
- MEMILIH ZAID = MENGHAPUS KETENTUAN DISKRIMINATIF DAN PEMBATASAN AKSES DALAM PENCALONAN KETUA IA-ITB KARENA PADA SAAT INI KETENTUAN MENDAFTAR HARUS DISERTAI DENGAN JAMINAN RP 100 JUTA DAN PENDAFTARAN RP 30 JUTA.
- MEMILIH ZAID = MEMILIH KOLEKTIVITAS DARI MEREKA YANG BERJIWA MUDA, BERHATI BERSIH, DAN BERPEMIKIRAN PROGRESIF, KARENA HANYA ZAID YANG MAJU DENGAN DUKUNGAN DRI SEBUAH TIM GABUNGAN YANG MUDA BERSIH PROGRESIF
- MEMILIH ZAID = MEMASTIKAN BAHWA PROGRAM IA-ITB FOR ITB (e.g. Donasi kepada ITB) DAN IA-ITB FOR ALUMNI (e.g. Home Tournament antar Angkatan) YANG SELAMA INI BERJALAN AKAN TETAP BERLANGSUNG SEHINGGA ANDA TIDAK KEHILANGAN MANFAAT YANG SELAMA INI ANDA PEROLEH
- MEMILIH ZAID = MEMASTIKAN BAHWA KE DEPAN PROGRAM IA-ITB FOR INDONESIA AKAN LEBIH KONGKRIT DAN INTENSIF SEHINGGA DAPAT DIPASTIKAN BAHWA IA-ITB AKAN LEBIH BERGUNA BAGI MASYARAKAT
- MEMILIH ZAID = MEMASTIKAN BAHWA ALUMNI MUDA MEMILIKI TEMPAT UNTUK KONGKOW DAN BERGAUL DI SEKRETARIAT IA-ITB TANPA HARUS MERASA BAHWA TEMPAT TERSEBUT HANYA ARENA ALUMNI SENIOR
- MEMILIH ZAID = MEMULAI TREN KEPEMIMPINAN GENERASI MUDA DALAM JABATAN PUBLIK DI INDONESIA SEHINGGA CITA-CITA PERUBAHAN DAPAT SEGERA DIWUJUDKAN
- MEMILIH ZAID = MEMILIH DIRI ANDA SENDIRI KARENA KAMI PERCAYA BAHWA ANDA BERJIWA MUDA, BERHATI BERSIH DAN BERPEMIKIRAN PROGRESIF
- ALASAN KESEPULUH ADALAH ALASAN YANG ADA DALAM HATI DAN PIKIRAN ANDA!
IN HARMONIA PROGRESSIO
transkrip*
Diskusi dan Langkah Nyata Calon Ketua Ikatan Alumni ITB Periode 2007-2011
Membangun Enterpreneurship, Industrialisasi, dan Knowledge-based Economy dari IA-ITB untuk ITB dan Indonesia
Aula Barat ITB, 2007/10/05 14:00-17:00
Perkenalkan diri saya. Nama saya Rolan Mauludi Dahlan, Teknik Industri, angkatan 2000.[applause]
Saat ini saya bekerja, berprofesi sebagai peneliti di Bandung Fe Institute dan Surya Research International.Saya di sini mewakili Tim ITB Progresif yang mencalonkan kandidat Zaid Perdana Nasution** …
[applause]
… sebagai ketua ikatan alumni.
Jadi, saya di sini sangat bangga sekali kepada ITB, kepada kultur demokratisasi yang kita bangun. Ternyata, iklan yang ada di sini …
… tidak sepenuhnya benar.
[laughter]
Tadi malam, kami telah dikirimi ToR dan kami telah menyiapkan makalah***. Tapi sayang sekali, makalah ini tidak dibagikan, dan hanya ada slide.





