transkrip*
Diskusi dan Langkah Nyata Calon Ketua Ikatan Alumni ITB Periode 2007-2011
Membangun Enterpreneurship, Industrialisasi, dan Knowledge-based Economy dari IA-ITB untuk ITB dan Indonesia
Aula Barat ITB, 2007/10/05 14:00-17:00
Perkenalkan diri saya. Nama saya Rolan Mauludi Dahlan, Teknik Industri, angkatan 2000.[applause]
Saat ini saya bekerja, berprofesi sebagai peneliti di Bandung Fe Institute dan Surya Research International.Saya di sini mewakili Tim ITB Progresif yang mencalonkan kandidat Zaid Perdana Nasution** …
[applause]
… sebagai ketua ikatan alumni.
Jadi, saya di sini sangat bangga sekali kepada ITB, kepada kultur demokratisasi yang kita bangun. Ternyata, iklan yang ada di sini …
… tidak sepenuhnya benar.
[laughter]
Tadi malam, kami telah dikirimi ToR dan kami telah menyiapkan makalah***. Tapi sayang sekali, makalah ini tidak dibagikan, dan hanya ada slide.
Video Pendaftaran 3 oktober 2007
SURAT PERNYATAAN SIKAP
TIM ITB PROGRESIF UNTUK IA ITB
Memperhatikan:
- Konstelasi peran dan posisi IA ITB selama ini yang lebih sering dijadikan kendaraan politik dan justru kurang aspiratif terhadap alumni ITB secara umum khususnya alumni muda yang lebih sering dijadikan obyek, apalagi sering kurang sensitif terhadap kondisi masyarakat dan bangsa yang justru sangat membutuhkan perhatian intelektual bangsa, khususnya yang berkumpul di IA ITB.
- Persyaratan pemilihan IA ITB yang mengharuskan penyetoran uang sebesar Rp 30 juta rupiah dan nominal jaminan sebesar Rp 100 juta rupiah yang sedikit banyak merefleksikan bentuk-bentuk materialisme, pembatasan akses dan diskriminasi di antara alumni ITB yang justru seharusnya dikikis dari mentalitas kepemimpinan bangsa yang tidak peka terhadap kesenjangan ekonomi dan sosial bangsa dan kemiskinan yang seolah-oleh epidemik.
Dengan ini kami ingin menunjukkan rasa protes kami. Kami adalah anak muda yang menginginkan perubahan mendasar melalui partisipasi kami yang bertujuan untuk memenangkan pemilihan ini yang membentuk kepengurusan yang progresif, bersih, dan berjiwa kemudaan. Melalui pemilihan ini kami menghimbau kepada seluruh rekan-rekan alumni untuk:
- Memilih kami sebagai dukungan minimal atas perjuangan demi progresivitas ini.
- Menolak segala pola-pola persyaratan yang berorientasi pada bentuk-bentuk material yang mendangkalkan nilai-nilai luhur almamater dan sisi pengabdian yang dibawa oleh IA ITB. Bentuk-bentuk semacam ini harus merupakan yang terakhir di IA ITB!
- Dalam pemenuhan prasyarat yang dangkal ini, kami bermodalkan kepercayaan dari kawan-kawan alumni ITB muda dan yang berjiwa progresif – sebagian berupa sumbangan dan sebagian lagi berupa pinjaman.
Untuk butir kedua ini, kami berharap ke pada rekan-rekan alumni muda dan yang progresif agar dapat membantu kami melunaskan pinjaman ini selama masa kampanye dalam bentuk urunan dan donasi lebih lanjut. Sekecil apapun donasi rekan-rekan, sangat berarti pada perjuangan kita ini.
In Harmonia Progressio, Demi Tuhan, Bangsa, dan Almamater!
Atas nama alumni ITB muda dan progresif,
Juru Bicara: Zaid Perdana Nasution

Hello… Halo… Salaam… Shalom… Sampurasun… Kula Nuwun… Glenon… Annyong…
Nama ane Zaid Perdana Nasution, TL’96 ITB. Panggil aja ‘Zaid’ , without ‘Sang Perdana’. Ane lagi punya hajat, nih. Lagi ingin mencalonkan diri jadi ketuanya IA-ITB. Moga-moga, apapun yg bakalan ane alamin selama beberapa bulan ke depan bakalan ane tulisin di mari. Kalo ampe ane kepilih, apalagi. Kagak bakal ada bosan-bosannye ane ngeblog buat enyak, babe, encang, encing, empok. Maklum. Amanah, coy!
Oh, ya. Ane ada kabar gembira. Ane baru punya bebi beberapa jam lalu. Cewek, coy! Sayang, lom sempet ane ambil gambarnya.
Kalo diantara ente-ente ada nyang lom pernah ngeliat tampang ane–udah nyang kayak seleb aje ye, pok!–di mari ane taruh poto-poto muka ane.
Salam.

Filed under: Politics

Tulisan ini berbentuk proposal. Karena ia berisi usulan. Proposal ini berbentuk ajakan kerja bareng. Karena yang menulisnya tak hanya mau cuma bisa nge-dumel melihat situasi yang ada. Proposal ini dibuat untuk menostalgia dan kekangenan pada waktu yang belum lama untuk waktu yang tak lama lagi. Waktu dimana dulu kita pernah bareng bikin front di mana kita bisa senang bersama dalam kejujuran, cinta kampus, sambil melakukan sesuatu untuk kampus dan bangsa. Waktu di mana suatu saat nanti kita mungkin akan ikut-ikutan terkooptasi dengan cara berpikir sistem, saat kita nanti akan semakin tua, semakin ‘bijak’, semakin kebal dengan ketidakberesan sistem dan sudah tak kritis lagi.
Proposal ini untuk kawan-kawan yang muda, bukan usianya, tapi semangatnya untuk tetap ‘nakal’, kritis terhadap tradisi, berusaha jujur dan tetap lantang atas ketidakberesan, dalam suatu selimut kebersamaan dan suasana happy serta cinta dan kangen kita pada kampus kita, ITB tersayang.
Tulisan ini bertanya: mengapa, apa, bagaimana, dan siapa. Karena kita memang Cuma tertarik untuk jawaban-jawaban itu. Sudah tak ada waktu lagi buat cerita panjang lebar, toh kita sudah tahu kebanyakan hal garis besarnya. Karena kita belum lupa dengan bagaimana kita memandang dunia ketika masih mahasiswa dulu.




